Hatiku terlanjur terikat ~ Puisi Cinta

Lagi lagi aku terperanjat.
Logika dan qolbi tak bisa saling mengikat.
Kapal yg terombang ambing di tengah laut saja ingin cepat mendarat.
Mengapa besi yg tertetes hujan setiap hari tak kunjung berkarat.
Yaahhh... Krn sudah ku lumasi dengan seribu cat.

Betapapun sakitnya...
Aku terimaa...
Sebab hatiku sudah kau ikat.
Cinta dan kasihku sudah saling ku genggam erat erat.

Uvi zahru hidayah, 23 Januari 2019

0 Response to "Hatiku terlanjur terikat ~ Puisi Cinta"

Post a Comment